DILARANG MEROKOK RUANG BLOG INI BER AC

KURELAKAN DIRIMU

Tiada kudengar lagi canda tawamu
Persahabatan kita tinggal kenangan
Kau telah meninggalkan alam fana ini
Pupuslah sudah cerita persahabatan kita
Mengapa kau pergi
saat aku memerlukanmu
Disaat persahabatan kita
sedang berbunga
Kurelakan semua itu

Sahabat yang Hilang

Ada sahabat yang hilang
Yang sering menjengukku dengan pena-pena tajamnya
Membangunkanku dengan syair-sayir lugunya
Malam tadi mimpiku bertemu mimpinya
Mungkin ia pedih dalam kesendirian
Menyusur gelap tak berbatas
Mengutip sepi tak terperi
Hingga sehelai surat ia selipkan dipejamku
Pagi ini kutemukan penanya tergeletak di pinggir jalan
Menunggu tuan yang siap memungutnya
Akulah dia…

Untuk Seorang Sahabat

Kau merpati putih
Membawa berita kesucian
Tentang negeri berbukit salju
Air syurgawi yang bening
Mengalir dalam matamu
Pelepas dahaga musafir
Yang haus dalam cita-cita
Menuju negeri di seberang sana
Akulah yang terlunta-lunta
dalam nestapa
berteduh dalam tatap sorot matamu
kau sahabatku

Kokoh (untuk teman kecil)

kuselami dasar masa lalu
ada bekas rupa tertinggal abadi
terhapus semakin jelas
berimaji pada waktu
yang tak kembali
tentang kita, wajah manis
rindu tak terbelenggu
adakah waktu
menjadikan kita kutub magnet
tak sama
bertemu di satu titik

Bulan Suci-Mu

Yang suci Bulan ini
Bulan yang penuh rahmat-Mu
Ku bersujud dihadapan-Mu
Memohon segala ampunan dari-Mu

Di Bulan yang Kau muliakan
Ku Jalani dengan ke khusyukan hati
Bulan yang lebih mulia
Dibandingkan dengan semua yang ada dibumi ini

Terdengar seruan Asma-Mu
Di berbagai penjuru bumi
Menyadarkan ku untuk kembali
Menuju jalan lurus-Mu

Jalan Putih,diLorong Putih-Mu
Ku tempuh semua dengan pasti
Untuk mengharap Ridho-Mu
Walau menghadapi segala rintangan

Malam-Mu yang begitu indah
Malam LAILATUL QADAR
Memanggil kami para umat-Mu
Untuk berlomba-lomba mendapatkan malam-Mu

Pada bulan yang suci
Jalan Putih,diLorong Putih-Mu
Ku bersujud dihadapan-Mu
Memohon ampunan-Mu
Ya Robbi………….

Marhaban Ya Ramadhan

Ya Allah Kau datangkan lagi Ramadhan buatku
Ketika aku masih saja tak mampu mensyukuri RamadhanMU yang lalu
Hari hari Mu masih saja kulalui
Tanpa isi
Tanpa makna
Tanpa syukur
Bahkan dengan sikap Takabur

Kadang kami masih saja lupa bahwa Engkaulah Penentu
Kadang kami masih saja merasa kebenaran itu hanya punyaku
Yang lain bukan makhlukMU,
Yang lain bukan UmatMU

Dalam Doaku......
Sering kusampaikan dengan memaksa
Seolah akulah yang lebih tahu,dariMU, Sang Mahatahu
Doaku bukan harapan , tapi itu keharusan
Dan ketika ada satu yang tak KAU kabulkan
Seolah hilang seluruh nikmat yang KAU limpahkan

Burung dalam sangkar

Dunia ini begitu luas …
Namun,
Hidupku bagai …
Burung dalam sangkar …

Aku ingin terbang tinggi …
Tapi,
Aku tak mampu …
Karena adanya pembatas dunia …

Aku ingin mencari kawan …
Namun,
Aku tak mampu …
Karena adanya sangkar pembatas …

Rasanya …
Aku ingin menghancurkan sangkar itu
Namun,
Aku hanyalah mahluk kecil tak berdaya…

Hingga …
Hidup ini hanya satu tujuan
yaitu …
Menanti ajal yang menjemput …

Sahabatku

Sahabatku……….!
Di dalam keremangan hidup ini,
aku berjalan mencari arti kehidupan
teringat aku padamu,

Sahabatku……….!
Engkau yang selalu membantu
di dalam mencari arti kehidupan yang sebenarnya
tapi kini
dirimu tla jauh………
dan terlalu jauh untuk ke jangkau


Sahabatku……….!
kepergianmu dengan tiba-tiba
sangat ku sesali
mengapakah aku tak tahu ??
setelah aku tahu semuanya
engkau sudah tiada padaku lagi

Tetaplah Disisiku

Ya Allah…
Dimanakah ku harus berlabuh…
Saat semua dermaga menutup pintu,
Dan berkata “ ini bukan untukmu…”
“Segara menjauh karna disini bukan tempatmu….!!!”

Ya Allah…
Katakan padaku, dermaga untukku berlabuh…???
Agar ku segera menghela nafas kehidupan yang baru.
Sampai kapan ku harus arungi waktu,..
Ku lelah Menunggu suatu yang tak pasti walau hanya Satu,..

Ya Allah …
Beri aku penerang jalan-Mu
Agar tak tersesat saat ku melaju,..
Kuatkan awak kapalku,
Saat badai menghalangi jalanku

Ya Allah …
Tetaplah disisiku,
Jangan Engkau menjauh dariku…
Karna ku mati tanpa hadir-Mu

Kenangan

kenangan . . .
yang teringat hanya canda dan kesedihan
dalam gelap hati aku menangis
mengenangpun tak jadi arti
semua yang telah terjadi
takkan kembali

kenangan . . .
kan tercipta bila kekasih pergi
tuk selamanya
bisikan hati yang tersimpan dalam bayangan telah jadi bintang
kali ini ku takkan biarkan ia terjatuh atau menangis

Hilangnya CahayaMu dari ku

Disuatu malam dari malam-malamku
Aku tidak tahu apa yang menimpa diriku
Kegelapan memenuhi diriku
Bumi dan langit dirasakan sempit
Dan hatiku tidak menjumpai cahaya
Dan air mataku senantiasa mengalir

Aku ingkar dan dosa-dosa besar
Dan sesungguhnya aku dalam kesedihan yang amat
Dibelenggu oleh dosa-dosa

Dan adakah layak keampunan buat orang yang berdosa ?
Orang yang penuh dengan noda
Orang yang penuh dengan kotoran
Orang yang penuh dengan dosa-dosa

Engkau yang menjadikanku
Mengasihiku dan mengaruniakanku rezeki
Engkau selalu bersama-samaku
Tetapi aku telah jauh dariMu
Tetapi aku jauh dariMu
Dan aku berjalan pada jalanku Ya Allah

Dan pada hari ini,aku kembali
Dari kegelapan di belakang batasan-batasan agama
Dan hatiku kecewa dan jalanku bingung
Dan aku telah tenggelam tetapai aku tidak menyadarinya
Tiada penyelamatan bagiku melainkan Engkau

Ya Allah…

Aku memulakan dengan kalimah
”Dengan nama Allah yang Maha pemurah lagi Maha penyayang” sesungguhnya
Tiada tuhan yang patut disembah selain Allah
Maha suci Allah yang Maha Esa

Demi Allah yang menguasai jiwaku,demi allah yang menentukan hidup matiku
Demi Allah yang mencintai setiap mahlukNya
Kembalilah wahai diriku kepadaNya dengan hati yang lapang dan
Akur dengan kekuasaanNya dan keagunganNya

Wahai diriku…
Pulanglah kepada Allah demi janji-janjiNya
Yang indah dan benar
Surga itu untuk kesemua umat Muahammad
Kecuali bagi mereka yang tidak menginginkannya

Demi dosa yang dilakukan, demi setiap titik noda yang dibuat
Hanya keampuan Allah yang dapat meringankan beban dan
Melapangkan dada. Kembalilah wahai diriku

Demi Allah yang maha penyayang,terimalah kembali hamba-hambaMu
Yang telah tersesat jauh ini

Air Mata Ini …!!!

Ya Allah…
Ini air mataku yang tumpah karena menyesali dosa
Ini sujudku yang menginsafi rasa kehambaan
Ini tanganku yang memohon keampunan dan rahmat-Nya

Jadikanlah air mataku, sujudku tanganku ini
Sebagai saksi di akhirat
Bahwa aku pernah merintih keampunan dariMu
Jadikanlah air mataku, sujudku, tanganku dan wajahku ini
Sebagai pemayung ketika panas terik di padang Mahsyar
Sesungguhnya tidak akan tertanggung oleh ku akanya
Jadikanlah air mataku, sujudku, tanganku dan wajahku ini
Sebagai pemberat ketika amalanku ditimbang
Sesungguhnya terlalu gentar hati ini apabila mengenangnya
Jadikanlah air mataku, sujudku, tanganku dan wajahku ini
Sebagai penyelamat ketika diumpan ke nerakaMu
Sesungguhnya tiada amalanku yang layak untuk menyelamatkan diri

Ya allah…
Tiada amalanku yang dapat dipersembahkan
Sempurna kepadaMu karena kebaikan telah ditembusi kejahatanku
Melainkan hanya ini yang menjadi harapan
Air mata penyesalan, sujud seorang hamba, tangan yang senantiasa
Mengharap rahmatMu
Dan wajah yang malu memandangMu

Lindungilah Aku dari Siksa -Mu

Di keheningan fajar keimanan kuhitungkan
Amalku di jemari kerdil ku pertaruhkan
Sedang anugerahMu mengalun di lautan
Aku coba layarkan bahtera
Tapi sayangnya cintaMu bukan pelabuhan

Di kegelapan yang tiada cahaya
Ku nyalakan obor kasih kita
Ku limpahkan dzikir bicara sukma
Penghubung antar dua dunia

Di ambang gerbang ini kutanya rohaniku
Siapa aku di pinggiran ArsyMu
Tiada daya untuk api nerakaMu
Tiada layak buat firdausMu

Namun aku harap bayangan ridhaMu
Akan terus memayungiku
Sebelum Kau menjemputku
Aku harap Kau terima warkahku